Rabu, 27 November 2013

Khalifah Umar Bin Khattab

A.        KHAIFAH UMAR BIN KHATTAB BIN KHATAB
1.       Umar bin Khattab lahir pada tahun 581 M .
2.       Ayahnya bernama KHATTAB bin Nufail Al Makhzumi al Quraisyi dari suku Adi. Suku Adi termasuk suku yang mulia dan memiliki martabat yang tinggi di kalangan bangsa Arab.
3.       Ibunya bernama KHANTAMAH binti Hasyim.
4.       Sebelum masuk Islam Umar bin Khattab adalah pegulat.
5.       Ia memiliki watak yang keras, berani, berkemauan keras, disiplin dan tabah. Bicaranya fasih dan tutur katanya halus. Dengan keunggulannya itu Umar bin Khattab sering mewakili kabilahnya untuk perundingan atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kabilahnya. Bahkan Nabi Muhammad pernah berdoa agar Islam dikuatkan dengan Amr bin Hisyam atau Umar bin Khattab.
6.       Umar bin Khattab mendapat gelar Al Faruq, karena ia telah membedakan antara yang benar dengan yang batil dalam dirinya (sehingga masuk Islam).
7.       Umar bin Khattab adalah salah satu mertua Nabi Muhammad, karena salah satu putrinya yaitu; Hafshah menjdi istri Nabi.
8.       Umar bin Khattab  masuk Islam pada tahun 616 M atas bacaan Al Qur’an Surat Thaha yang dibacanya di rumah adiknya, Fatimah. (suatu riwayat Al Qur’an dibaca oleh Fatimah, adiknya dan Umar bin Khattab mendengarnya).
9.       Pekerjaan Umar bin Khattab sewaktu remaja adalah memelihara ternak ayahnya jan juga berdagang.
10.   Sebelum masuk Islam Umar bin Khattab termasuk orang yang menentang dakwah Nabi Muhammad dan bahkan mengancam akan membunuh Nabi Muhammad dan pengikutnya.
11.   Setelah masuk Islam Umar bin Khattab adalah orang yang sangat berani mengemukan pikiran dan pendapatnya di hadapan Nabi. Pikiran dan pendapatnya itu antara lain:
a.       Bertanya kepada Nabi, “Bolehkah salat di makam Ibrahim”. Nabi Menjawab “Belum diperntahkan”. Hari itu juga turun wahyu yang membolehkan salat di makam Ibrahim.
b.      Usul agar Nabi memerintahkan istri-istrinya berhijab ketika menerima tamu. Tak berapa lama turunlah ayat tentang hijab yang membenarkan pendapat Umar bin Khattab.
c.       Menengahi perselisihan antara istri-istri Nabi.
d.      Menengahi perselisihan antara kaum Ansor dan Muhajirin ketika Nabi wafat.
12.   Umar bin Khattab termasuk orang yang terdekat Nabi. Begitu dekatnya Nabi pernah bersabda; “Andai ada nabi sesudahku, ia adalah Umar bin Khattab”.
13.   Umar bin Khattab diangkat sebagai khalifah pada tanggal 23 Agustus 634 M/13 H, atas tunjukan Abu Bakar setelah sebelumnya dimusyawarahkan dengan para sahabat. Teks perintah penunjukan Umar bin Khattab menjadi khalifah ditulis oleh Usman bin Affan.
14.   Setelah menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khattab lebih disebut dengan khalifatu khalifati rasulillah (penggantinya pengganti rasulillah). Tetapi Umar bin Khattab lebih senang menggunakan gelar Amirul mukminin (pemimpin orang-orang yang beriman).
15.   Jasa Umar bin Khattab:
a.       Mengusulkan kepada Abu Bakar agar mengumpulkan Al Qur’an menjadi satu mushaf, karenasahabat yang hafal al Qur’an banyak (70 orang) yang mati dalam perang Yamamah. Disamping itu Al Qur’an tertulis berserakan di lempengan batu, pelepah kurma, tulang belulang dan sebagainya.
b.      Meneruskan kebijakan Abu Bakar untuk meluaskan wilayah Islam. Pada masa Umar bin Khattab ini dikenal dengan Futuhat al Islamiyah (perluasan wilayah Islam secara besar-besaran).
Dua kekaisaran besar pada masa Abu Bakar, masih cukup kuat yaitu kekaisaran Persia dan Romawi Timur.
1)      Penaklukan Suriah
Suriah memiliki kota-kota penting yang menjadi kekuatan Romawi Timur (Bizantium), yaitu; Damaskus, Yordania, Yerussalem, Hims, dan Antiokia.
ü  Untuk merebut Damaskus, Umar bin Khattab mengerakan pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Pasukan Romawi dipimpin oleh Siklar dengan 40.000 pasukan, dan terjadilah perang di Fihil (Yordania)
ü  Ke Hims, dan Antiokia pasukan muslim masih dipimpin Khalid bin Walid dengan 25.000 pasukan dan pasukan Romawi dipimpin oleh Theodorus (saudara Heraklius) dengan kekuatan 200.000 pasukan, dan terjadilah perang di Yarmuk (Yordania) pada 20 Agustus 636 M/15 H. selanjutnya pengaturan kota Hims dipegang oleh Ubadah bin Samit.
ü  Ke Yerussalem, pasukan muslim masih dipimpin Abu Ubaidah bin Jarrah. Mereka dapat menghancurkan pasukan Romawi Timur yang dipimpinoleh Heraklius.
2)      Penaklukan Persia
Kekaisaran Persia dikenal juga dengan dinasti Sasania. Ia memiliki kerajaan bawahan yaitu Hirah (Irak). Kaisarnya bernama Yazdajird
ü  Semula pasukan yang ditugaskan di Persia-Irak adalah Khalid bin Walid, tetapi digantikan oleh Musanna bin Harisah, karena Khalid ditugaskan ke Suriah.
ü  Pada tanggal 26 Nopember 634 M/13 H, terjadi perang Jembatan. Persia dipimpin oleh Mehran dan muslim dipimpin oleh Musanna bin Harisah (dan gugur), maka Umar bin Khattab mengirim bantuan 20.000 pasukan yang dipimpin Sa’ad bin Abi Waqqas.
ü  Pada tahun yang sama terjadi perang Qadissia. Persia dengan 60.000 pasukannya dipimpin oleh Rustam dan pasukan muslim 30.000 orang dipimpin oleh Sa’ad. Pasukan muslim kemudian ke Madain (Csetiphon) di tepi sungai Tigris (ibu kota Persia). Dan Yazdajird menyingkir ke Jalula. Dan Persia dapat dihancurkan.
ü  Pada tahun 641 M/21 H terjadi perang Nahawan. Pasukan muslim mendapat bantuan pasukan yang dipimpin oleh Nu’man bin Magram. Dalam perang ini, 30.000 pasukan Persia terbunuh. Dan Persia jatuh ke pasukan mslim. Kemenangan ini dinamakan “Kemenangan dari segala kemenangan”.
3)      Penaklukan Mesir
ü  Ke Mesir Umar bin Khattab mengerahkan 4.000 pasukan yang dipimpin Amr bin As dan tiba pada Desember 639, serta dapat merebut al Farama (Mesir Timur).
ü  Amr bin As  mendapat bantuan 6.000 pasukan yang dipimpin oleh Zubair bin Awwam.
ü  Pasukan muslim dapat menduduki benteng Babilon yang dipimpin oleh Cyrus pada April 641 dan Cyrus pergi ke Iskandariyah (pangkalan angkatan laut Bizantium).
ü  Dalam peperangan di Iskandariyah ini Heraklius meninggal dan digantikan oleh cucunya, Konstantin II yang kembali mengangkat Cyrus sebagai panglima.
ü  Perang berakhr dengan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Iskandariyah pada Nopember 641.
ü  Isi perjanjian Iskandariyah; orang Bizantium harus mengosongkan kota dan membayar upeti 2 dirham per orang.
ü  Kaum muslimin mendirikan kota Fustat di dekat Babilon.
ü  Jatuhnya Iskandariyah, seluruh Mesir di kuasai oleh Islam dengan gubernurnya Amr bin As. Dan Mesir menjadi pusat kebudayaan Islam sampai berabad-abad.
16.   Kebijakan Umar bin Khattab bin Khattab:
a.       Di bidang sosial
1)      Umar bin Khattab sangat dekat dengan rakyatnya.
2)      Sering keluar malam (sendirian) mengamati keadaan rakyatnya.
3)      Rakyat yang sakit dan kelaparan diberi bantuan langsung, bahkan Umar bin Khattab sendiri yang mengangkat bantuan itu.
4)      Umar bin Khattab dan keluarganya hidup sangat sederhana.
5)      Istri dan anak-anaknya dilarang menerima pemberian dalam bentuk apapun dari pembesar negara atau rakyatnya.
b.      Di bidang hukum
1)      Umar bin Khattab sangat adil, dan pernah menghukum gubernurnya sendiri, Amr bin As (Gubernur Mesir).
2)      Menyusun risalah yang dikenal dengan Dustur Umar bin Khattab atau Risalatul Qadla’. Risalah ini telah dikaji oleh Abu Musa Al Asy’ari.
3)      Memisahkan lembaga peradilan dari urusan pemerintahan.
4)      Penetapan aturan pembagian warisan.
5)      Perumusan prinsip kias
6)      Pengangkatan hakim
7)      Pemakaian cambukdalam melaksanakan hukuman badan
8)      Penetapan hukuman 80 kali dera bagi pemabuk.
9)      Pemungutan zakat kuda yang diperdagangkan.
10)   Larangan penyebutan nama wanita dalam lirik syair.
11)   Penentuan / penggunaan kalender hijriyah.
c.       Di bidang pemerintahan
1)      Membentuk majlis permusyawaratan,
2)      Membentuk anggota dewan,
3)      Membagi beberapa wilayah kekuasaan Islam menjadi beberpa provinsi yang dipimpin oleh seorang Gubernur, yaitu provinsi Mekah, Madinah, Kufah, Basrah, Syiria, Jazirah, Pelestina dan Mesir.
4)      Untuk membantu Gubernur, Umar bin Khattab mengangkat staf,sebagai berikut:
ü  Katib (sekretaris kepala)
ü  Katib ad diwan (sekretaris militer)
ü  Sahibul kharaj (pejabat perpajakan)
ü  Sahibul ahdas (pejabat kepolisian)
ü  Sahibul baitul mal (pejabat keuangan)
ü  Qadli (pejabat keagamaan)
d.      Di bidang pertahanan dan keamanan
1)      Mendirikan lembaga kepolisian
2)      Membentuk satuan tentara yang terdaftar.
3)      Mendirikan pos militer di tempat yang strategis.
4)      Memberikan gaji polisi dan tentara sesuai dengan besarnya tugas yang diemban.
e.      Di bidang fiqih
1)      Melakukan ijtihad dalam berbagai bidang.
2)      Empat takbir dalam salat janazah.
3)      Penyelenggaraan salat tarawih berjamaah.
4)      Penambahan kata assalatu khairun minannaum dalam azan subuh.
17.   Umar bin Khattab meninggal pada hari Sabtu, 1 Muharram 23 H / 644 M karena sakit, akibat  menderita luka tusukan yang dilakukan oleh Abu Lukluah (bekas budak Persia) ketika Umar bin Khattab hendak salat berjamaah di masjid Madinah.
18.   Umar bin Khattab meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan 4 hari.
19.   Ketika sakit, Umar bin Khattab memilih para sahabatnya agar menentukan salah satu diantaranya menjadi penggantinya jika ia meninggal. Mereka adalah Usman binAffan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrohman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas.

Khalifah Abu Bakar Assiddiq

KHALIFAH ABU BAKAR AS SIDDIQ

1.       Abu Bakar lahir pada tahun 573 M (dua tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad saw.).
2.       Nama kecilnya ABDUL KA’BAH. Setelah masuk Islam diganti oleh Nabi dengan nama ABDULLAH.
3.       Ayahnya bernama USMAN bin Amr bin Sa’id bin Taim, At Taimiy.
4.       Ayah Abu Bakar lebih dikenal dengan gelar ABU KUHAFAH.
5.       Ibunya bernama UMU KHAIR SALMA binti Sakhr,At Taimiy.
6.       Abdullah mendapat gelar Abu Bakar, karena ia adalah orang yang paling cepat masuk Islam.
7.       Sebelum masuk Islam Abu Bakar adalah sahabat karib Nabi Muhammad sejak kecil.
8.       Abu Bakar juga mendapat gelar As Siddiq, karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad dalam berbagai peristiwa, erutama israk dan mikraj.
9.       Sifat-sifat Abu Bakar sejak kecil; sebagai anak yang baik, sabar, jujur, dapat dipercaya dan lemah lembut.
10.   Pekerjaan Abu Bakar adalah berdagang (saudagar).
11.   Abu Bakar ahli ilmu nasab, yaitu; ilmu tentang silsilah keturunan dan mengetahui tinggi rendahnya derajat suku-suku bangsa Arab.
12.   Setelah masuk Islam Abu Bakar mendermakan hartanya untuk kepentingan sabilillah.
13.   Ia bertelah berhasil mengajak masuk Islam sahabatnya, yaitu; Usman bin Afan, Abdurrohman bin Auf dan Zubair bin Awwam. Mereka termasuk Assabiqunal awwalun (orang yang mula-mula masuk Islam)
14.   Abu Bakar adalah salah satu mertua Nabi Muhammad, karena salah satu putrinya yaitu; Aisyah menjdi istri Nabi.
15.   Dalam perjuangannya Abu Bakar selalu membela Nabi Muhammad.
16.   Ia menemani Nabi berhijrah ke Madinah dan bersembunyi di Gua Tsur.
17.   Ia selalu ditunjuk menggantikan Nabi ketika beliau berhalangan, seperti menjadi imam salat ketika Nabi sedang sakit.
18.   Budak yang masuk Islam dan dianiaya oleh tuannya dibebaskan oleh Abu Bakar, seperti Hilal bin Rabah.
19.   Abu Bakar diangkat sebagai khalifah pada tahun 632 M/11 H setelah melalui musyawarah antara kaum Anshar dan Muhajirin di saqifah (balai pertemuan) Bani Sa’adah.
20.   Isi pidato Abu Bakar yang terkenal sebagai sumpah jabatan dan pelantikan setelah terpilih menjadi khalifah. “saya bersumpah kepada Allah…, saya tidak mendambakan keamiran.… Tatatilah saya selama saya taat kepada Allah dan RasulNya, apabila saya mengingkari Allah da RasulNya, jangan ikuti saya. …”
21.   Perjuangan Abu Bakar :
a.       Melaksanakan keinginan Nabi untuk memerangi kerajaan Gassan. Abu Bakar mengirim Usamah bin Zaid dan memperoleh kemenangan yang gemilang.
b.      Memerangi orang-orang murtad (perang riddah) :
1)      Aswad al Ansi (pemimpin suku Badui di Yaman). Ia telah menguasai Najran dan San’a. Abu Bakar mengirim Zubair bin Awwam dan berhasil menguasai Yaman. Aswad al Ansi dibunuh oleh Gubernur Yaman sebelum pasukan Zubair tiba.
2)      Tulaihah bin Khuwailid al Asadi.  Ia mengaku nabi. Pengikutnya dari ban Asad, Gatafan dan Amir. Abu Bakar menirim Khalid bin Walid dan berhasil mengalahkanmereka. Perang ini disebut perang Buzakhah (karena terjadi di dekat sumur Buzakhah).
3)      Malik Bin Nuwairah (pemimpin Bani Yarbu’ dan bani Tamim). Sepeninggal Nabi mereka tidak mengakui Islam. Abu Bakar  mengirim Khalid Bin Walid. Malik Bin Nuwairah terbunuh.
4)      Musailamah al Kazab (mengaku sebagai nabi. Istrinya, Sajah (kristen) juga mengaku nabi. Mereka berkekuatan 40.000 orang. Abu Bakar mengirim Ikrimah Bin Abu Jahal dan Syurahbil Bin Hasanah. Pasukan Islam terdesak, maka Abu Bakar mengirim Khalid Bin Walid. Musailamah kalah dan lebih dari 10.000 orang murtad terbunuh. Perang ini disebut perang Yamamah.
c.       Perluasan wilayah.
Ada kekaisaran besar pada masa Abu Bakar, yaitu kekaisaran Persia (rajanya bernama Yazdajird) dan Romawi Timur (rajanya bernama Heraklius).
1)      Menghadapi Persia. Wilayah Persia meliputi Irak, bagian barat Suriah (Syam) dan bagian utara Jazirah Arab. Abu Bakar mengirim Khalid Bin Walid dan Musanna Bin Harisah. Pasukan Islam mampu menguasai Hirah, Anbar, Daumatul Jandal dan Fars.
2)      Menghadapi Bizantium (Romawi Timur). Damaskus (Suriah) menjadi pusat pemerintahan Bizantium di wilayah Arab. Abu Bakar mengirim Yazid Bin Abi Sufyan ke Damaskus, Amr Bin As ke Palestina, Syurahbil Bin Hasanah ke Yordania dan Abu Ubaidah Bin Jarrah ke Hims. Pasukan Islam 18.000 orang dan pasukan Romawi 240.000 orang. Karena Islam kesulitan, maka Abu Bakar menirim Khalid Bin Walid ke Syam (Suriah). Perang ini disebut perang Yarmuk karena terjadi di pinggir sungai Yarmuk. Peperangan dimenangkan pasukan muslim dan Bizantium runtuh.
22.   Kebijakan Abu Bakar :
a.       Mengumpulkan mushaf Al Qur’an yang msih berserakan, atas usul Umar bin Khattab. Tugas ini diserahkan kepada Zaid bin Sabit (penulis wahyu padamasa Nabi Muhammad).
b.      Mendirikan Baitul Mal untuk meningkatkan kesejahteraan umat, yang dipimpin oleh Abu Ubaidah Bin Jarrah (ia mendapat gelar Aminul Umah).
c.       Mendirikan lembaga peradilan yang dipimpin oleh Umar bin Khattab.
d.      Menetapkan pembagian ghanimah (harta rampasan perang) secara merata kepada semua pihak.
23.   Abu Bakar meninggal pada hari Senin, 23 Agustus 634 M karena sakit, dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 2 tahun 3 bulan.
24.   Abu Bakar meninggal pada saat tengah terjadinya perang Yarmuk. Maka untuk menghindari perpecahan umat Islam, ketika sakit Abu Bakar menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya jika ia meninggal. Hal ni telah dimusyawarahkan dengan para sahabat dan disetujuinya.


Khulafaurrasyidin

KHULAFAURRASIDIN

1.       Nabi Muhammad tidak pernah menunjuk dan mempersiapkan pengantinya kelak setelah beliau wafat. Kecuali pernah menunjuk Abu Bakar untuk menggantikannya menjadi imam salat pada waktu Nabi sedang sakit. Nabi Muhammad wafat pada tahun 632 M (10 H).
2.       Khulafaurrasyidin berasal dari kata khulafa dan arrasyidin
3.       Kata Khulafa adalah bentuk kata jamak dari kata tunggal khalifah.
4.       Khalifah menurut arti bahasa berarti pengganti.
5.       Arrasyidin adalah bentuk kata jamak dari kata arrasyid yang berarti  orang yang mendapat petunjuk.
6.       Menurut istilah Khulafaurrasyidin adalah orang-orang dari kalangan sahabat Nabi Muhammad saw. Yang menggantikan beliau sebagai pemimpin agama dan negara.
7.       Yang dimaksud khulafaurrasyidin adalah Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khattab bin Khtab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Selain khulafaurrasyidin, mereka juga disebut khalifah-khalifah terpercaya, khalifah besar dan penerus teladan.
8.       Tugas khlafaurrasyidin adalah meneruskan tugas Nabi sebagai pemimpin agama dan negara.
9.       Khulafaurrasyidin diangkat dengan dua cara, yaitu; dengan musyawarah seperti pengangkatan Abu Bakar, usman bin affan dan ali Bin Abi Thalib; dan dengan ditunjuk seperti pengangkatan Umar bin Khattab bin Khattab. Umar bin Khattab menjadi khalifah ditunjuk oleh Abu Bakar setelah mendapat persetujuan oeh para sahabat.
10.   Dalam menjabat sebagai khalifah, Abu Bakar disebut dengan khalifatu rasulillah (pengganti rasulillah). Demikian juga Usman dan Ali. Untuk Umar bin Khattab Bin Khattab lebih disebut dengan khalifatu khalifati rasulillah (penggantinya pengganti rasulillah). Umar bin Khattab lebih menyukai gelar amirul mukminin (pemimpin orang yang beriman).
11.   Masa kepemimpinan Khulafaurrasyidin mulai tahun 632 M/11 H sampai dengan tahun 661 M/41 H

Muhammad Aunun El Ma'ruf: Keluarga Besar Bani Ridlwan

Muhammad Aunun El Ma'ruf: Keluarga Besar Bani Ridlwan: KELUARGA BESAR BANI RIDLWAN JEPARA Alamat : Jl.KH.M. Ridlwan, blok no. 13.186, RT. 001/003 Kedungleper Bangsri Jepara 59453 Email ...

Senin, 15 Juli 2013

Kiat Sukses Dalam Belajar









KIAT SUKSES DALAM BELAJAR
Oleh : M. Aunun El Ma’ruf, M.Pd.I.


1.      Pendahuluan
Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan manusia tentang sesuatu yang belum diketahui dengan perantaraan kalam. Shalawat dan salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. yang telah mengantarkan manusia dari kehidupan primitif menuju manusia berperadaban mulia.
      Dalam rangka membantu peserta didik dalam usaha belajarnya, maka diperlukan kiat-kiat belajar secara efektif (tepat guna) menuju keberhasilan belajar secara berdaya guna. Kita telah mengetahui dalam setiap tahunnya satuan pendidikan baik dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi telah diserbu oleh peserta didik untuk menuntut ilmu pengetahuan. Tetapi tidak semua peserta didik dapat menyelesaikan pelajaran yang ada dengan hasil yang memuaskan bahkan banyak yang kandas di tengah jalan. Hal ini semua dikarenakan peserta didik tidak mengetahui teknik belajar yang baik atau kurangnya pengetahuan tentang teknik belajar, bahkan peserta didik yang rajin dan cerdas sekalipun banyak pula yang gagal dalam menempuh ujian.
Yang menjadi pertanyaan adalah; Apakah belajar itu? Jawabannya: belajar adalah proses perubahan manusia ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat pada dirinya maupun orang lain.  Belajar juga diartikan sebagai proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap.
      Oleh karenannya, makalah ini akan menguraikan tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan kiat-kiat belajar secara efektif menuju keberhasilan belajar yang berdaya guna. Sebab penulis yakin berhasil tidaknya peserta didik dalam menempuh belajarnya itu kebanyakan tergantung pada kecakapannya untuk mempraktikkan teknik belajar yang tepat, disamping semuanya memang telah dikehendaki Allah swt. “Sebesar usaha peserta didik, sebesar itu pula hasilnya“. Nabi bersabda yang artinya; “Pahala (hasil) itu tergantung pada jerih payah (usaha)”.
Meskipun demikian, karena keterbatasan ruang dan waktu, pada kesempatan pada MOPDIK di MTs. Miftahul Huda Jepara di Kedungleper kali ini, tentu  jauh dari harapan semua pihak, maka kami dengan tangan terbuka dan senang hati menerima perbaikan demi kesempurnaan kiat belajar ini menuju keberhasilan peserta didik yang dicita-citakan. Semoga bermanfaat bagi kami dan pembaca pada umumnya dan Allah berkenan mencatatnya menjadi amal yang shalih. Amin.
2.      Masalah-masalah mengenai cara belajar
Pada umumnya peserta didik banyak mengalami masalah bagaimana cara belajar yang baik, disamping masalah lain yang menyangkut keadaan jasmani, keuangan dsb. Setidak-tidaknya masalah yang sering dialami oleh peserta didik adalah sbb. :
a.       Kesukaran mengatur waktu,
b.      Kebiasaan membaca lambat,
c.       Tidak tahu cara belajar yang baik,
d.      Kurang kesadaran terhadap minat belajar dan konsentrasi,
e.       Kurang berpikir kritis, teliti. Umumnya mereka belajar secara pasif dan mengejar nilai ijazah.

3.      Hal mendasar yang harus dipegang teguh oleh peserta didik
Dasar utama peserta didik dalam mencapai teknik belajar yang baik adalah memiliki sikap rohani dan kesediaan mental. Ada 5 hal yang harus diperhatikan oleh peserta didik, yaitu ;
a.       Tujuan belajar,
b.      Minat terhadap mata pelajaran,
c.       Kepercayaan pada diri sendiri,
d.      Ulet, tidak mudah putus asa,
e.       Lingkungan yang mendukung

4.      Kiat belajar yang baik
Secara umum untuk meraih sukses dalam belajar, peserta didik harus memperhatikan kondisi diri peserta didik baik fisik maupun pesikis, ruang belajar dan suasana di lingkungan tempat belajar. Adapun secara khusus kiat untuk sukses dalam belajar dapat mengikuti kiat-kiat sebagai berikut (meskipun terdapat kekurangan dan tidak merupakan satu-satunya kita belajar):
a.       Cara belajar di kelas
Untuk dapat mengikuti pelajaran di kelas dengan baik, peserta didik harus mempersiapkan diri hal-hal sebelum masuk kelas, langkah yang harus dilakukan selama pelajaran berlangsung dan setelah pelajaran selesai.
1)        Sebelum memasuki kelas, peserta didik hendaknya datang tepat waktu dengan membawa perlengkapan yang telah dipersiapkan dari rumah sesuai jadwal yang ada, baik persiapan mental maupun material.
2)        Selama pelajaran  berlangsung peserta didik hendaknya lebih memusatkan perhatian pada pelajaran yang disampaikan oleh pendidik dengan melakukan tindakan mendengarkan, mencatat dan menanyakan pokok bahasan yang belum dipahami.
3)        Setelah pelajaran selesai (dalam arti waktu sudah habis), peserta didik hendaknya dapat membaca ulang materi pelajaran yang baru saja diterima dan mencatatnya (meringkasnya) untuk dapat dipelajari lebih lanjut dirumah. Jika masih belum faham maka dapat ditanyakan pada pendidik pada pertemuan yang akan datang.
b.      Cara mengatur waktu
Waktu bagaikan emas. Waktu bagaikan pedang. Waktu tidak boleh disia-siakan tanpa guna. Dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik harus memiliki kemampuan untuk menguasai diri, disiplin dan menepati janji dan waktu. Tanpa itu peserta didik tidak dapat menyelesaikan tugas belajar dengan sempurna. Untuk memiliki keteraturan belajar peserta didik harus membuat rencana belajar dan waktunya atau jadwal belajar. Dan ini bukan sekedar rencana tetapi benar-benar dapat dilaksanakan secara konsisten. Cara mengatur waktu belajar kita dapat belajar bagaimana ajaran shalat yang sangat terikat oleh waktu, kebersihan, konsentrasi dsb.
c.       Cara membaca buku
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, peserta didik tidak boleh hanya semata-mata menggantungkan pelajaran yang disampaikan oleh guru di sekolah, tetapi harus lebih banyak membaca buku lain terutama yang berkaitan dengan pelajaran yang bersangkutan. Sebab pelajaran yang diperoleh dari bangku sekolah adalah sangat terbatas sekali, maka peserta didik perlu membaca buku tambahan, yang dapat diperoleh dengan membeli, atau pinjam. Untuk menjadi pembaca yang baik peserta didik perlu memiliki kebiasaan–kebiasaan yang baik, misalnya ; mengetahui tujuan membaca, tidak hanya asal membaca, adanya rencana dan persiapan, ruang belajar yang baik, jarak pandang dengan buku kira-kira 30 cm, setiap mambaca buku 1–2 jam harus istirahat 5–10 menit, duduk dengan posisi tegak, cahaya ruangan harus terang dsb.
d.      Cara membuat ringkasan
Buku yang harus dipelajari oleh peserta didik dibanding dengan alokasi waktu yang tersedia mungkin tidak akan terselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Semua sumber materi pelajaran tidak mungkin dikunyah dan cerna mentah oleh peserta didik. Oleh karena itu untuk mencerna sebuah buku peserta didik harus meringkas atau meresum menjadi sebuah buku saku. Dengan meringkas isi buku yang tebal menjadi beberapa lembar kertas akan memudahkan peserta didik untuk mempelajari dan menghafalkannya. Meringkas materi pelajaran berarti menghemat waktu karena peserta didik tidak perlu lagi membaca ulang sekian tebal buku sebelum diringkas. Cara mudah untuk meringkas ;
1)      Menggunakan tanda atau kata singkat agar mudah untuk mengingat,
2)      Susun secara sistematis,
3)      Ambil satu topik dalam sebuah paragrap dan hubungkan dengan sub pokok bahasan,
4)      Membaca ulang ringkasan dan
5)      Ulangi sekali lagi untuk bisa mengambil suatu kesimpulan.
e.       Cara menghafal
Menghafal adalah salah satu metode pembelajaran. Meskipun kurang tepat (karena mengurangi daya kritis peserta didik), menghafal tetap diperlukan guna mengingat banyak hal. Orang yang hafal tentu akan mengalahkan orang yang tidak hafal. Otak sebagai pusat memori bagaikan almari arsip yang menyimpan berbagai macam dokumen atau keterangan yang sewaktu-waktu akan diperlukan lagi. Demikian juga materi pelajaran yang kelak pada waktu ulangan atau ujian dapat secara tepat diungkapkan kembali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghafal yaitu ; tujuan, pengertian dan perhatian. Adapun cara menghafal yang tepat dapat dilakukan dengan usaha yaitu ;
1)      Membaca keseluruhan materi, mengambil kesimpulan dan memahaminya,
2)      Curahkan perhatian pada bahan hafalan,
3)      Sesuaikan bahan hafalan dengan situasi sehari-hari dalam percakapan, diskusi.
Disamping cara menghafal sebagaimana tersebut, menghafal dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu ; menghafal dengan pandangan mata, pendengaran dan gerak-gerik. Yang tidak kalah pentingnya dari hal-hal tersebut, agar dapat dengan mudah menghafalkan suatu pelajaran haruslah dapat meninggalkan kemaksiatan.
f.       Cara menghadapi ujian
Ingat ada mutiara kata yang menyatakan bahwa banyak membaca banyak lupa, sedikit baca sedikit lupa, tidak membaca tidak bisa. Pelaksanaan ujian baik ulangan harian, ulangan mid semester, ulangan semester maupun ujian akhir sekolah adalah tolok ukur keberhasilam dalam proses belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu kiat belajar sebagaimana tersebut di atas harus dipersiapkan sedini mungkin jauh sebelum pelaksanaan ujian dimulai, yakni mulai saat awal-awal memasuki tahun pelajaran baru cara-cara tersebut harus senantiasa dilakukan secara terus menerus. Belajar mati-matian setelah ujian diambang pintu tidak banyak menolong peserta didik dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan maksimal. Adapun cara menghadapi ujian pada saat pelaksanaan ujian berlangsung dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1)      Usahakan kondisi badan dan jiwa dalam keadaan semangat yang tinggi,
2)      Bawalah semua perlengkapan yang diperlukan dan diperbolehkan oleh peraturan ujian seperti alat tulis, penghapus, penggaris dsb,
3)      Hendaklah datang setengah jam sebelum ujian dimulai,
4)      Bacalah dengan teliti petunjuk dan soal-soal ujian sebelum mengerjakan soal,
5)      Kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu,
6)      Jika sudah selesai mengerjakan soal jangan tergesa-gesa meninggalkan ruangan, tetapi koreksi ulang sampai benar-benar meyakinkan kebenaran jawabannya.

5.      Kunci sukses belajar menurut syeikh Az Zarnuji
a.       Dzakak (cerdas, kritis, analisis, kemampuan, berfikir, perhatian, membaca, mendengarkan, konsentrasi, memanfaatkan waktu luang, berwawasan luas dll)
b.      Hirsh (kemauan, keinginan, hasrat, niat, minat, kegigihan, kesungguhan, pantang menyerah, motivasi, dorongan dari dalam diri siswa, berusaha keras, semangat, dedikasi dll)
c.       Ishthibar (sabar, teguh, ulet, telaten, gati, tidak putus asa, tidak terpaksa, ikhlas, menerima hasil yang dicapai setelah berikhtiar dll)
d.      Bulghah (modal, semangat, berkecukupan, optimis, potensial, bakat, kepribadian yang baik, prestasi, input/output baik, disiplin tinggi, tanggung jawab, terampil, dll)
e.       Irsyadul Ustadz (menerima materi ajar, mengikuti petujuk guru, memuliakan guru, menghormati guru, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan guru, melaksanakan tugas mandiri, tanggung jawab dll)
f.       Thuluzzaman (lama, terus menerus, tanpa mengenal usia dan waktu, belajar sepanjang hayat, proses dll)

6.      Kode sukses belajar
Disamping kiat–kiat sebagaimana tersebut di atas, untuk membantu peserta didik dalam mensukseskan usahanya dalam belajar diperlukan kode khusus, antara lain :
a.       Saya akan selalu ingat bahwa kemauan dapat menarik kesempatan dan kekhawatiran hanya memancing kegagalan.
b.      Saya dapat melakukan segala sesuatu sebagaimana orang lain dapat melakukannya.
c.       Saya akan berani, tidak gentar dan mencari terobosan  baru dalam menghadapi kegagalan. Sebab kegagalan adalah sukses yang tertunda.
d.      Saya akan selalu siap sedia untuk bisa memberi manfaat kepada orang laian.
e.       Mulai hari ini saya tidak akan mngulangi kebiasaan buruk yang pernah aku lakukan demi keberhasilan hidupku di masa yang akan datang.

7.      Evaluasi belajar
Meskipun belajar itu urusan pribadi, tidak berarti seseorang yang sedang melakukan kegiatan belajar tidak ada hambatan. Peserta didik yang tidak bisa memenuhi target belajar sesuai dengan harapannya, diperlukan evaluasi mengapa dalam belajar ada ha-hal yang mengganggu sehingga hasil belajar tidak memuaskan.
Ada anggapan yang tidak benar bahwa dengan sekali membaca akan menguasai pengetahuan yang diharapkan. Tetapi hendaknya kita berpandangan bahwa pengetahuan akan kita kuasai apabila kita sering mengulang-ulang, mengadakan latihan seperlunya dsb. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a.       Apakah peserta didik dapat mngecek pada dirinya sendiri sejauh mana pengetahuan yang telah dikuasainya dengan melihat hasil belajar ( nilai ).
b.      Apakah peserta didik dapat melihat kelemahan dan kekurangan pada dirinya sendsiri.
c.       Apakah peserta didik dapat meneliti cara-cara belajar yang dilakukan apakah sudah baik atau belum ?

8.      Penutup
Demikian kiat menuju sukses dalam belajar semoga bermanfaat dan menjadi amal shalih, amin. Semua kekurangan mohon dilengkapi, kesalahan mohon dimaafkan, kealpaan mohon diingatkan, kekhilafan mohon diluruskan.

Kedungleper, 16 Juli 2013
Penulis
M. Aunun El Ma'ruf, M.Pd.I.

 

1)      Makalah disampaikan pada Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDik) Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Jepara di Kedungleper pada tanggal 16-18 Juli 2013.
v  Makalah ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua, guru, keluarga, sahabat, peserta didik MTs. Miftahul Huda Kedungleper dan semua yang berkenan membacanya.